Elegi Menggapai Operasi Perhitungan Matematika
Oleh Muhammad Faisal Fahrurozi
( NIM: 06301244073 )
( Pendidikan Matematika NR D 06)
Bilangan:
Wahai penjumlahan, sedang apakah kamu di sana, mengapa engkau terlihat gembira sekali, apakah yang membuatmu riang seperti ini?
Penjumlahan:
Ketahuilah Bilangan, aku di sini sedang gembira dengan sahabatku pengurangan. Dan di sekitar sini juga banyak teman-temanku yang lain. Biarkanlah mereka mengenalkan diri kepadamu.
Pengurangan:
Wahai Bilangan, ketahuilah aku, namaku adalah Pengurangan, aku sahabat dari Penjumlahan.
Bilangan:
Lalu, hal apakah yang sedang kalian gembirakan?
Penjumlahan:
Aku sedang gembira untuk bersyukur kepada Sang Pencipta, karena di sini aku memiliki sahabat yang setia. Seberapapun aku terus melakukan operasiku terhadapmu, bahkan hingga dirimu menjadi besar, aku tetap dapat mengembalikanmu kepada dirimu semula dengan bantuan sahabatku, yaitu Pengurangan. Aku bersyukur kepada Sang Pencipta karena aku mengenal dan memiliki sahabat seperti Pengurangan, dan aku selalu berdoa, untuk selalu dapat bersamanya. Agar seeberapa banyak aku melakukan operasi terhadapmu, walau dirimu telah menjadi besar, bahkan besar sekali, aku tetap dapat mengembalikanmu menjadi dirimu semula dengan bantuan sahabatku Pengurangan.
Pengurangan:
Seperti halnya denganku, aku juga bersyukur kepada Sang Pencipta karena aku telah memiliki sahabat seperti Penjumlahan. Karena seberapapun aku melakukan operasiku terhadapmu, bahkan hingga dirimu menjadi bilangan yang sangat kecil, aku tetap dapat mengembalikan dirimu pada dirimu semula dengan bantuan sahabatku Penjumlahan. Aku bersyukur kepada Sang Pencipta karena aku mengenal dan memiliki sahabat seperti Penjumlahan, dan aku selalu berdoa, untuk selalu dapat bersamanya. Agar seeberapa banyak aku melakukan operasi terhadapmu, walau dirimu telah menjadi kecil, bahkan kecil sekali, aku tetap dapat mengembalikanmu menjadi dirimu semula dengan bantuan sahabatku Penjumlahan.
Bilangan:
Oh.. sungguh beruntungnya diriku diperlakukan seperti itu. Aku gembira.. dengan aku mengenal kalian, aku dapat berubah menjadi besar atau kecil dengan mudah karena bantuanmu, dan aku tetap dapat berubah menjadi diriku seperti semula, tanpa kehilangan wujud asliku..
Penjumlahan:
Aku masih mempunyai teman wahai Bilangan..
Mereka juga akan memperkenalkan dirinya untukmu.. mereka adalah Perkalian dan Pembagian.
Perkalian:
Wahai Bilangan, perkenalkanlah aku, aku adalah teman dari Penjumlahan. Aku dapat melipatgandakan besarmu dengan mudah, dengan cepat melebihi Penjumlahan, aku lebih hebat dari Penjumlahan.
Penjumlahan:
Perkalian, sungguh lancangnya dirimu berkata seperti itu. Ingatlah dirimu tidak aka nada tanpa adanya diriku. Lupakah engkau bahwa dirimu merupakan perulangan dari diriku??? Sungguh congkaknya dirimu berkata tanpa memikir dari mana asalmu.
Perkalian:
Yah, biarpun begitu, aku tetap dalam sekejap dapat melipatgandakan Bilangan menjadi sangat besar melebihi apapun. Dan aku tetap yang terkuat dibandingkan denganmu Penjumlahan dan sahabatnmu Pengurangan. Aku juga mempunyai sahabat yang sama kuatnya denganku, yang dapat membuatmu menjadi dirimu semula tanpa mengubah wujud aslimu, dialah Pembagian, dia akan memperkenalkan dirinya sendiri kepadamu Bilangan.
Pembagian:
Wahai Bilangan, ketahuilah aku adalah Pembagian, aku lah yang nantinya akan mengubahmu menjadi dirimu semula jika kamu telah menjadi besar, bahkan sangat besar yang dilakukan oleh Perkalian. Aku juga dapat mengubahmu menjadi kecil, bahkan sangat kecil melebihi perlakuan Pengurangan terhadapmu.
Penjumlahan dan Pengurangan:
Sombong benar kamu perkalian dan Pembagian!
Bilangan:
Sungguh beruntungnya aku dapat mengenalmu Perkalian dan pembagian, kalian hebat, kalian kuat, aku lebih memilih kalian daripada Penjumlahan dan Pengurangan dimanapun kalian berada.
Penjumlahan dan Pengurangan:
Tetapi tunggu dulu wahai Bilangan, kami masih mempunyai Kurung.
Kurung:
Wahai Penjumlahan dan Pengurangan, lancang benar kalian membawa-bawa namaku tanpa meminta ijin dahulu terhadapku. Aku akan mengenalkan diriku sendiri. Ketahuilah Bilangan, namaku kurung, aku dapat memaksa Kau untuk memilih terlebih dahulu dengan siapakah kau akan diberikan perlakuan. Ketahuilah itu kehebatanku Wahai Bilangan.
Bilangan:
Sungguh hebatnya dirimu hingga dapat memaksaku seperti itu. Lalu manakah yang kau suka, apakah Penjumlahan dan Pengurangan, ataukah Perkalian dan pembagian??
Kurung:
Ketahuilah Bilangan, aku tidak benci kepada keduanya, tetapi aku juga tidak menyukai keduanya. Ketahuilah bahwa aku adalah bersifat netral, siapapun yang aku berikan perlakuan, maka dia harus kau pilih terlebih dahulu.
Bilangan:
Sungguh mengerikannya kekuatanmu yang demikian itu.
Pembagian:
Jangan terlalu takjub kepada kurung dulu wahai Bilangan. Perlu kau ketahui bahwa aku dapat membunuhmu. Jika aku beri kau perlakuan dengan 0, maka kau akan terbunuh. Jika kau kubagi dengan 0 yang merupakan bagian dari dirimu sendiri, maka kau akan kehilangan nyawamu sebagai Bilangan. Kau tidak akan dapat terwujud, bahkan mayatmu tidak akan terdefinisikan lagi wahai Bilangan.
Bilangan:
Astoghfirulloh.. sungguh betapa kalian semua memiliki keunggulan masing-masing.
Orang Tua Berambut Putih:
Bilangan dan semuanya, ketahuilah bahwa sama halnya seperti itulah sebenar-benarnya kehidupan manusia yang ada di dunia ini.. ada kelebihan, dan ada kekurangannya. Di atas kehebatan, pasti masih ada kehebatan lagi. Mereka semua diciptakan saling berpasang-pasangan. Ada sedih ada senang. Ada kaya ada miskin. Barang siapa kaya, jika sombong, maka Sang Pencipta dapat seketika membuatnya menjadi miskin. Barang siapa miskin tetapi selalu sabar,istikomah, dan selalu berusaha maka bukanlah hal yang tidak mungkin bagi-Nya dalam sekejap membuatnya menjadi kaya. Semoga kita senantiasa selalu beristighfar meminta ampun dan pertolongan hanya kepada-Nya. Amiin.
Rabu, 06 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
